Kios Pulsa
Home » Blog » Telkom dan CrowdStrike Bersatu: Terobosan Baru Keamanan Siber untuk Bisnis!

Telkom dan CrowdStrike Bersatu: Terobosan Baru Keamanan Siber untuk Bisnis!

Novia Sundari
15 September 2026
3 menit baca
Telkom dan CrowdStrike Bersatu: Terobosan Baru Keamanan Siber untuk Bisnis!

Pada 28 Agustus 2026, PT Telkom IndonesiaTbkdan CrowdStrikemeresmikan penandatanganan Memorandum of Understandingdi Jakarta dan Austin, Texas.

Kesepakatan strategis ini dirancang untuk mempercepat transformasi keamanan siber pada berbagai skala organisasi di Indonesia, mulai dari korporasi swasta hingga instansi pemerintahan.

Langkah kolaboratif ini menggabungkan infrastruktur telekomunikasi dan jangkauan pasar lokal Telkom dengan teknologi perlindungan endpoint mutakhir berbasis komputasi awandari CrowdStrike.

Fokus utama kemitraan ini menitikberatkan pada penyediaan layanan keamanan terkelola (managed security services) yang digerakkan oleh kecerdasan buatanPendekatan tersebut tidak hanya didesain untuk mencegah intrusi dan pembobolan data, tetapi secara spesifik melindungi sistem serta model AI yang kini semakin masif diadopsi oleh sektor enterprise di Indonesia.

Sebagai bentuk validasi internal, Telkom juga akan menstandarkan protokol pertahanan siber mereka sendiri dengan mengimplementasikan platform CrowdStrike Falcon.

Kapabilitas Teknis CrowdStrike Falcon AIDR untuk Infrastruktur AI

Infrastruktur IT korporasi modern menuntut arsitektur keamanan yang efisien dan tidak mengorbankan performa sistem. Platform cloud-native CrowdStrike Falcon® menjawab kebutuhan teknis ini melalui arsitektur lightweight-agent.

Pendekatan ini memastikan proses deteksi dan respons beroperasi secara cepat dengan konsumsi sumber daya komputasi yang sangat minimal, menghasilkan efisiensi operasional dan time-to-value yang optimal.

Komponen paling esensial dari integrasi keamanan ini adalah adaptasi platform Falcon AI Detection and ResponseSecara teknis, Falcon AIDR menghadirkan visibilitas end-to-end sekaligus penegakan aturan keamanan saat sistem berjalan (runtime enforcement).

Lapisan proteksi cerdas ini aktif mendeteksi anomali mulai dari endpoint tempat AI dieksekusi, hingga mencakup seluruh ekosistem jaringan komputasi perusahaan.

Untuk memastikan implementasi yang presisi, Telkom dan CrowdStrike membentuk tim gabungan yang didedikasikan untuk menyusun arsitektur spesifik guna memproteksi agen, model data, dan lalu lintas sistem AI klien korporat.

Dampak Jangka Panjang bagi Ketahanan Siber Korporasi

Adopsi sistem cybersecurity tingkat enterprise kini menjadi prasyarat fundamental bagi entitas bisnis yang melakukan modernisasi operasional.

Jonathon Dixon, Vice President and Managing Director Japan and Asia Pacific CrowdStrike, menekankan bahwa kapabilitas perlindungan canggih ini difokuskan untuk mengamankan ekosistem AI masa depan di Indonesia, khususnya bagi organisasi yang sangat bergantung pada skalabilitas transformasi digital.

Dari perspektif operasional lokal, Seno Soemadji selaku Director of Strategic Business Development & Portfolio Telkom Indonesia, menyatakan bahwa adopsi sistem ini vital untuk merespons kecepatan dan kecanggihan vektor serangan siber modern.

Ekstensi dari kesepakatan MoU ini juga secara langsung menyasar peningkatan kompetensi teknis tim analis keamanan Telkom.

Secara makro, kemitraan strategis ini ditujukan untuk membangun postur ketahanan siber jangka panjang, memastikan korporasi di Indonesia memiliki infrastruktur yang siap meredam berbagai ancaman siber kompleks, termasuk antisipasi terhadap kerentanan baru di era komputasi kuantum mendatang.

Bagikan Artikel

Artikel Terkait

HomeDaftarDepositTransaksiHarga